Desputrohome's Weblog

cinta.. cita.. harapan

Archive for the month “Januari, 2011”

6 Cara Mudah Mengembangkan Otak Bayi

Tahukah Anda bahwa bagi bayi, orangtualah mainan terbaiknya? Interaksi orangtua dengan si kecil akan mengalahkan mainan mahal jenis apapun dalam menunjang perkembangan otaknya.

Ada 6 cara mudah mengembangkan otak bayi. Otak bayi mulai tumbuh dan berkembang sejak usia kandungan ibu menginjak delapan minggu. Susunan saraf pusat atau otak merupakan organ yang pertama kali terbentuk. Pada awalnya, sekitar hari ke-16 usia kehamilan, terbentuk lempeng saraf (neural plate) yang kemudian akan menggulung membentuk tabung saraf (neural tube) pada hari ke-22. Selanjutnya, sel-sel saraf mulai diproduksi. Menginjak hari ke-35 (sekitar minggu kelima), cikal bakal otak besar di ujung tabung saraf mulai terlihat. Dari sini, lalu terbentuk batang otak, otak kecil, dan bagian-bagian lainnya. Mulai usia kehamilan delapan minggu, otak dan sel-sel saraf tumbuh dengan cepat dan mencapai puncaknya pada trimester ketiga. Hal terpenting yang bisa orangtua lakukan untuk si kecil adalah menghabiskan banyak waktu bersama.

Ini yang bisa dilakukan orangtua:

 1. Tertawa Dengan mengajak si kecil tertawa, orangtua akan belajar mengenali apa yang menurut dia lucu dan disukainya. Anak juga akan belajar apa yang membuat orangtuanya tertawa.

2. Berbicara Ini adalah cara terbaik untuk mengasah kemampuan verbalnya.

 3. Bernyanyi Si kecil akan senang jika orangtua bernyanyi untuknya. Cara ini juga efektif untuk menambah perbendaharaan katanya.

 4. Memeluk Bayi membutuhkan pelukan untuk merasakan rasa sayang orangtuanya.

5. Membaca Dengan membaca, orangtua membantu mengasah kemampuan verbalnya.

6. Bermain Kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa senang dan bahagia bersama antara anak dan orangtuanya.

 

 Fakta atau Mitos?

 Ketika lahir, otak bayi sudah berkembang sempurna, sama seperti jantung dan perutnya. Jawabannya Mitos.

 Sel-sel otak memang terbentuk sebelum ia lahir tetapi sel-sel itu terkoneksi secara bertahap setelah lahir. Perkembangan otak anak tergantung pada gen orangtua. Jawabannya Mitos.

 Perkembangan otak anak dipengaruhi oleh pengalaman dan interaksi si kecil dengan lingkungannya. Kondisi lingkungan yang baik memiliki peranan lebih besar dalam memengaruhi masa depan anak ketimbang faktor genetik. DVD bahasa justru dapat mengurangi kosakata anak-anak berusia di bawah tiga tahun. Jawabannya Fakta.

 Menurut penulis buku Brain Rules: 12 Principles for Surviving and Thriving at Work, Home and School, Dr. John Medina, kosakata anak akan bertambah jika terus diajak bicara oleh ibunya dari waktu ke waktu. Kata-kata yang orangtua gunakan ketika berbicara dengan si kecil dapat meningkatkan kosakata dan tingkat intelegensinya.

Bayi tidak mengerti perkataan orangtuanya jadi tidak perlu mengajaknya berbincang. Jawabannya Mitos.

Justru dengan mengajaknya bicara sejak dini, orangtua membantu si kecil untuk belajar bicara.

 

semoga bermanfaat

salam cinta..cita..harapan

(bbs)

“Papa Baca Yang Keras Ya…”

“…Papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger”, Pada suatu malam Budi seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah, karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham. Ketika ia sedang asyik menyeleksi dokumen kantor tersebut, Putrinya Jessica datang mendekatinya, berdiri tepat disampingnya, sambil memegang buku cerita baru.

Buku itu bergambar seorang peri kecil yang imut, sangat menarik perhatian Jessica, “Pa lihat!” Jessica berusaha menarik perhatian ayahnya. Budi menengok ke arahnya, sambil menurunkan kaca matanya, kalimat yang keluar hanyalah kalimat basa-basi “Wah… buku baru ya Jes?”, “Ya papa” Jessica berseri-seri karena merasa ada tanggapan dari ayahnya. “Bacain Jessi dong pa” pinta Jessica lembut, “Wah papa sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh”, sanggah Budi dengan cepat. Lalu dengan segera ia mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas yang berserakkan didepannya, dengan serius.

Jessica bengong sejenak, namun ia belum menyerah. Dengan suara mungil dan lembut serta sedikit manja ia kembali merayu “Pa, mama bilang papa mau baca untuk Jessi” Budi mulai agak kesal, “Jes papa sibuk, sekarang Jessi suruh mama baca ya” “Pa, mama sibuk terus, papa liat gambarnya lucu-lucu”, “Lain kali Jessica, sana! papa lagi banyak kerjaan”! Budi berusaha memusatkan perhatiannya pada lembar-lembar kertas tadi, menit demi menit berlalu, Jessica menarik nafas panjang dan  tetap di situ, berdiri ditempatnya penuh harap, dan tiba -tiba ia mulai lagi. “Pa,.. gambarnya bagus, papa pasti suka”, “Jessica, PAPA BILANG, LAIN KALI !! ” kata Budi membentaknya dengan keras, Kali ini Budi berhasil, semangat Jessica kecil terkulai, hampir menangis matanya berkaca-kaca dan ia bergeser menjauhi ayahnya ” Iya pa… lain kali ya pa”? Ia masih sempat mendekati ayahnya dan sambil menyentuh lembut tangan ayahnya ia menaruh buku cerita di pangkuan sang Ayah. “Pa kalau papa ada waktu, papa baca keras-keras ya pa, supaya Jessica bisa denger”

Hari demi hari telah berlalu, tanpa terasa dua pekan telah berlalu namun permintaan Jessica kecil tidak pernah terpenuhi, buku cerita Peri imut, belum pernah dibacakan untuk dirinya. Hingga suatu sore terdengar suara hentakan keras “Buukk!!” beberapa tetangga melaporkan dengan histeris bahwa Jessica kecil terlindas kendaraan seorang pemuda mabuk yang melajukan kendaraannya dengan kencang di depan rumah Budi. Tubuh Jessica mungil terhentak dan terpental beberapa meter, dalam keadaan yang begitu panik ambulance didatangkan secepatnya, selama perjalanan menuju rumah sakit , Jessica kecil sempat berkata dengan begitu lirih, “Jessi takut pa, Jessi takut ma, Jessi sayang papa sama mama “, darah segar terus keluar dari mulutnya hingga Jessica kecil tidak tertolong lagi nyawanya ketika sesampainya di rumah sakit terdekat.

Kejadian hari itu begitu mengguncangkan  hati nurani Budi, Tidak ada lagi waktu tersisa untuk memenuhi sebuah janji. Kini yang ada hanyalah penyesalan, permintaan sang buah hati yang sangat sederhana… pun tidak terpenuhi. Masih segar terbayang dalam ingatan budi tangan mungil anaknya yang memohon kepadanya untuk membacakan sebuah cerita, kini sentuhan itu terasa sangat berarti sekali, “…Papa baca keras-keras ya pa supaya Jessica bisa denger”, kata-kata Jessi terngiang-ngiang kembali.

Sore itu setelah segalanya telah berlalu, yang tersisa hanya keheningan dan kesunyian hati, suara mungil, tangis dan canda riang Jessica kecil tidak akan terdengar lagi, Budi mulai membuka buku cerita Peri imut yang diambilnya perlahan dari onggokan mainan Jessica di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak baru lagi, sampulnya sudah usang dan koyak. Beberapa coretan tak berbentuk menghiasi lembar-lembar halamannya seperti sebuah kenangan indah dari Jessica kecil. Budi menguatkan hati, dengan mata yang berkaca-kaca ia membuka halaman pertama dan membacanya dengan sura keras, tampak sekali ia berusaha membacanya dengan keras, Ia terus membacanya dengan keras-keras halaman demi halaman, dengan berlinang air mata. “Jessi dengar papa baca ya” selang beberapa kata.. hatinya memohon.. lagi  ”Jessi papa mohon ampun nak, maafkan papa”, “Papa sayang Jessi” Seakan setiap kata dalam bacaan itu begitu menggores lubuk hatinya, tak kuasa menahan itu Budi bersujud dan menangis… memohon satu kesempatan lagi untuk mencintai.

Seseorang yang mengasihi selalu mengalihkan kesenangan dan membagi kesedihan kita, Ia selalu memberi PERHATIAN kepada kita Karena ia Peduli kepada kita

ADAKAH “PERHATIAN TERBAIK” ITU BEGITU MAHAL BAGI MEREKA?

BERILAH “PERHATIAN TERBAIK” WALAUPUN ITU HANYA SEKALI

Bukankah Kesempatan untuk memberi perhatian kepada orang-orang yang kita cintai itu sangat berharga ?

Berilah “PERHATIAN TERBAIK” bagi mereka yang kita cintai.

 

semoga bermanfaat

Post Navigation

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.