Desputrohome's Weblog

cinta.. cita.. harapan

Archive for the category “Teknologi dan Sains”

10 Tips Memaksimalkan Performa Kinerja atau Kecepatan Windows 7

Sejak pertama kali diluncurkan, Operating System Windows 7 sudah digunakan oleh jutaan pengguna komputer, PC Tablet, Deskbook, Netbook dan Laptop diseluruh dunia, bahkan Windows 7 versi Nulled sekalipun laris manis di dunia maya.

Selama ini, memang belum ada kendala serius dari OS Windows 7, tapi tahukah anda bahwa windows 7 juga bisa kita akali agar lebih cepat terutama perfomancenya di perangkat yang kita gunakan, cara memaksimalkan kinerja windows 7 adalah sebagai berikut.

  • Nonaktifkan service yang tidak diperlukan
  • Menonaktifkan AUTO UPDATE
  • Jika Hardisk anda dipartisi menjadi beberapa Drive, maka usahakan setiap drive tidak penuh, minimal 2-5 giga kosong
  • Menambahkan virtual Memory
  • Selalu rutin defrag Hardisk minimal 1 sekali, jika pemakaian rutin
  • Bersihkan file di temporary
  • Install aplikasi seperlunya saja
  • Hindari efek visual pada tampilan Windows 7 anda
  • Konfigurasi jumlah Core Prosesor, caranya Start>MsCONFIG, pilih Tab Boot> Advanced Option kemudian masukkan 2,4, atau 8
  • Jika anda merasa komputer anda terasa berat dan sangat lambat, anda bisa restat untuk mengenmbalikan kondisi seperti semula.

 

Semoga bermanfaat

(bbs)

Bahan Radioaktif Berbahaya Po-210

Marie Sklodowska Curie (1876-1934) menemukan Polonium secara tak sengaja pada 1898. Saat itu ia melakukan serangkaian eksperimen bersama suaminya Pierre Curie untuk mempelajari nuklir dan radioaktif. Marie Curie kemudian berhasil merintis bidang radiologi.

Peraih dua kali Nobel (Fisika 1903 dan Kimia 1911) ini aslinya memang orang Polandia dan dibesarkan negeri yang berada di bawah kekuasaan Rusia, Prusia, dan Austria. Polonium sebelumnya disebut sebagai “Radium F”, sebelum akhirnya penemuan Marie Curie itu diberi nama sesuai dengan nama asal negaranya. Karena itulah bahan radioaktif itu diberi nama Polonium yang mengingatkan kita pada Polandia.

Polonium ditemukan saat Marie menyelidiki penyebab reaksi biji aktifitas radioaktif di laboratoriumnya. Unsur itu setelah dipisahkan elemen uranium dan thoriumnya, ternyata lebih bersifat radioaktif ketimbang campuran uranium dan thorium. Inilah yang menjadi dasar penting temuan Curies untuk memahami unsur-unsur tambahan dalam elemen radioaktif.

Polonium adalah semacam elemen kimia yang diberi simbol Po dalam studi kimia dengan nomor atom 84. Ini adalah bahan langka dan paling tinggi kadar radioaktifnya dari semua elemen sejenis. Ia mirip dengan tellurium dan bismuth yang didapat dari pengayaan uranium.

Bahan inilah yang kemudian dipakai dalam reaktor nuklir karena menjadi sumber daya neutron. Yang dalam kapasitas tertentu bisa memicu gerakan neutron yang menjadi ledakan dalam senjata nuklir, atau dalam bidang industri dipakai sebagai pemicu reaksi nuklir.

Jika bahan Polonium yang diberi kode Po-210 merasuk ke tubuh manusia, maka ia akan menjalar dalam proses radiasi. Selanjutnya di dalam tubuh akan bereaksi terhadap sel-sel hidup dan merusak sistem organisme bahkan memberi efek perubahan pada DNA mahluk hidup. Inilah yang disebut keracunan radioaktif. Yang dalam dosis tertentu akan sangat merusak dan mematikan.

Seperti halnya mercury yang punya warna, maka Polonium juga memiliki bias spektrum putih berkilat keperakan. Ia bersinar dalam gelap dan punya efek yang bisa dimanfaatkan untuk tujuan industri positif.

Namun karena efek “liar” radioaktifnya yang berbahaya, penggunaan Polonium harus melalui pengawasan ketat. Perdagangannya dalam jumlah besar hanya dimungkinkan lewat prosedural hubungan antara negara.

 

Semoga Bermanfaat

Salam Cinta.. Cita.. Harapan

BATERAI IMUT BERTEKNOLOGI NANO

Baterai paling imut yang pernah Anda lihat saat ini barangkali baterai arloji. Tapi tak lama lagi, bakal ada yang lebih imut. Baterai nano namanya. Meski imut, ia memiliki power besar, dan tahan hingga 15 tahun. Bagaimana cara kerjanya?

Bell Laboratories, bagian dari perusahaan Alcatel-Lucent yang pertama kali menciptakan transistor berukuran setengah inci di tahun 1947, kini sedang mengembangkan sebuah baterai baru. Bermodal kemampuannya membuat transistor selama puluhan tahun, Bell Laboratories mengaplikasikan keahliannya untuk membuat baterai yang tertanam dalam sebuah cip, namanya, baterai nano.

Baterai nano memadatkan ukuran elektroda baterai pada skala nanometer. Terciptanya baterai imut nan mungil ini tak lepas dari teknologi nano. Yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengontrol zat, material, dan sistem pada skala nanometer(nm), sehingga menghasilkan fungsi baru yang belum pernah ada. Seberapa besar ukuran 1 nm ini, ya kira-kira sama dengan 1/1.000.000.000 m. Ukuran yang sangat kecil, bahkan sulit sekali dilihat dengan mata telanjang.

Baterai nano memiliki kelebihan bisa “tidur panjang” alias tahan lama meski tidak dipakai selama 15 tahun. Dengan begitu, baterai dapat digunakan sebagai power untuk alat sensor monitor radioaktif atau sensor monitor bahan kimiawi beracun lain. Baterai nano ini bisa langsung “hidup” dan dengan waktu singkat memberi energi tinggi saat dibutuhkan. Baterai nano juga baterai pertama yang mampu membersihkan dirinya sendiri setelah digunakan. Ia akan menetralkan cairan kimia beracun yang timbul di dalamnya.

 

Semoga Bermanfaat

Salam Cinta.. Cita.. Harapan

Post Navigation

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.